Mahasantri Belajar Politik

  • 03 Februari 2024
  • 09:11 WITA
  • Ilmu al-Qur'an dan Tafsir
  • Berita


**Berita Acara Kajian**


Hari/Tanggal: Sabtu, 10 Februari 2024

Waktu: 09.00-11.00 WITA

Tempat: Masjid Lembaga Pendidikan Mahasantri, Kecamatan Bajeng, Kabupaten Gowa

Tema: Partisipasi Politik pada Pemilih Remaja

Pemateri: Wakil Dekan 3 Fakultas Ushuluddin UIN Alauddin Makassar, Bapak Syahrir Karim, Ph.D.

Moderator: Kaprodi Ilmu Politik Fakultas Ushuluddin dan Filsafat UIN Alauddin Makassar, Dr. Awal Muqsith, Lc., M.Phil.


Acara kajian ini diselenggarakan oleh Lembaga Pendidikan Mahasantri (LPM) Kabupaten Gowa, yang merupakan program kerjasama antara Pemerintah Kabupaten Gowa dan UIN Alauddin Makassar. Tujuan dari kajian ini adalah untuk memberikan pemahaman dan motivasi kepada mahasiswa dan masyarakat tentang pentingnya partisipasi politik pada pemilih remaja, khususnya dalam menghadapi Pemilu 2024.


Acara kajian ini dihadiri oleh sekitar 200 peserta, yang terdiri dari mahasiswa LPM, pembina dan pengelola. Acara kajian ini berlangsung dengan lancar dan interaktif, dengan adanya sesi tanya jawab dan diskusi antara pemateri dan peserta.


Pemateri, Bapak Syahrir Karim, Ph.D., menyampaikan materi tentang konsep, faktor, dan tantangan partisipasi politik pada pemilih remaja. Beliau menjelaskan bahwa partisipasi politik adalah hak dan kewajiban setiap warga negara untuk ikut serta dalam proses pembuatan keputusan politik, baik secara langsung maupun tidak langsung. Partisipasi politik dapat dilakukan melalui berbagai cara, seperti memilih, mencalonkan diri, bergabung dengan partai politik, berorganisasi, berdemonstrasi, dan lain-lain.


Beliau juga menguraikan beberapa faktor yang mempengaruhi partisipasi politik pada pemilih remaja, seperti tingkat pendidikan, pengetahuan politik, sikap politik, afiliasi politik, lingkungan sosial, dan media massa. Beliau menekankan bahwa pemilih remaja memiliki potensi yang besar untuk menjadi agen perubahan politik, karena mereka merupakan generasi muda yang kritis, kreatif, dan dinamis. Namun, beliau juga mengingatkan bahwa pemilih remaja juga menghadapi beberapa tantangan, seperti rendahnya minat, apatis, dan sikap pragmatis terhadap politik, serta adanya pengaruh negatif dari politik uang, politik identitas, dan politik kekerasan.


Beliau menyarankan agar pemilih remaja dapat meningkatkan partisipasi politiknya dengan cara-cara berikut:


- Meningkatkan kualitas pendidikan dan pengetahuan politik, baik melalui kurikulum formal maupun non-formal, seperti kajian, seminar, workshop, dan lain-lain.

- Membentuk sikap politik yang positif, kritis, dan bertanggung jawab, dengan menghindari sikap apatis, pragmatis, dan fanatik terhadap politik.

- Memilih afiliasi politik yang sesuai dengan nilai-nilai agama, moral, dan kebangsaan, dengan menghindari afiliasi politik yang berdasarkan pada primordialisme, nepotisme, dan oportunisme.

- Membangun lingkungan sosial yang kondusif untuk partisipasi politik, dengan menjalin komunikasi, kerjasama, dan solidaritas antara sesama pemilih remaja, serta dengan tokoh-tokoh politik, masyarakat, dan pemerintah.

- Memanfaatkan media massa sebagai sumber informasi, edukasi, dan advokasi politik, dengan menghindari media massa yang menyebarkan hoax, fitnah, dan provokasi politik.


Moderator, Dr. Awal Muqsith, Lc., M.Phil., mengapresiasi materi yang disampaikan oleh pemateri, dan mengajak peserta untuk mengajukan pertanyaan, komentar, atau saran terkait dengan materi. Sesi tanya jawab dan diskusi berlangsung dengan antusias, dengan adanya berbagai pertanyaan dan tanggapan dari peserta. Beberapa pertanyaan dan tanggapan yang muncul antara lain:


- Bagaimana cara mengatasi sikap apatis dan pragmatis terhadap politik yang banyak ditemui pada pemilih remaja?

- Bagaimana cara mengembangkan keterampilan politik pada pemilih remaja, seperti berpidato, berdebat, bernegosiasi, dan lain-lain?

- Bagaimana cara menghadapi politik uang, politik identitas, dan politik kekerasan yang sering terjadi dalam kontestasi politik di Indonesia?

- Bagaimana cara memilih calon pemimpin yang berkualitas, berintegritas, dan berkompeten dalam Pemilu 2024?

- Bagaimana cara mengawasi kinerja pemimpin yang terpilih dalam menjalankan amanah rakyat?


Pemateri menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut dengan jelas dan lugas, serta memberikan contoh-contoh konkret dari pengalaman dan observasi beliau. Pemateri juga mengapresiasi tanggapan-tanggapan yang disampaikan oleh peserta, dan memberikan masukan-masukan yang konstruktif untuk meningkatkan partisipasi politik pada pemilih remaja.