MENYINGKAP AYAT-AYAT RUQYAH DI MAJELIS ZIKIR SIRATAL MUSTAQIM MAKASSAR (SUATU KAJIAN FENOMENOLOGI)

  • 09:12 WITA
  • Ilmu al-Qur'an dan Tafsir
  • Artikel

Abstrak Tulisan ini akan menyingkap Ayat-Ayat Ruqyah di Majelis Zikir Sirathal Mustaqim Makassar (Suatu Kajian Fenomenologi). Tulisan ini membahas tentang ayat-ayat yang ada didalam kitab suci al-Qur’an yang dipercayai dapat menyembuhkan penyakit, dalam hal ini dipergunakan sebagai bacaan dalam prosesi penyembuhan pasien (metode ruqyah) oleh para praktisi ruqyah di Majelis Zikir Sirathal Mustaqim Makassar.Rumusan masalah yang peneliti angkat pada tulisan ini yakni bagaimana makna dan cakupan ruqyah, bagaimana implementasi ayat-ayat ruqyah di Majelis Zikir Sirathal Mustaqim, dan bagaimana dampak ayatayat ruqyah bagi kesembuhan pasien di Majelis Majelis Zikir Sirathal Mustaqim. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui defenisi dari istilah ruqyah yang menjadi fenomena di tengah – tengah masyarakat, untuk mengetahui bagaimana implementasi ayat-ayat ruqyah di Majelis Zikir Sirathal Mustaqim Makassar, dan untuk mengetahui dampak yang ditimbulkan dari ayat-ayat (zikir) yang dibacakan olek praktisi ruqyah kepada pasien dalam proses penyembuhannya.Metode yang dipergunakan dalam mengumpulkan data-data dilapangan yaitu metode observasi, interview (wawancara), dan dokumentasi. Adapun instrumen penelitian yang dipergunakan yaitu dengan menggunakan beberapa alat bantu seperti kamera, alat tulis menulis, alat perekam suara dan beberapa alat lainnya ketika akan melaksanakan ketiga metode yang dipergunakan dalam penelitian ini yaitu observasi, wawancara, dan dokumentasi.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Majelis Zikir Sirathal Mustaqim Makassar merupakan salah satu 74 | Menyingkap Ayat-ayat Ruqyah di Majelis Zikir Siratal Mustaqim Makassar (Suatu Kajian Fenomenologi) Tafsere Volume 7 Nomor 2 Tahun 2019 lembaga dakwah resmi di Kota Makassar yang menggunakan metode pengobatan ruqyah sesuai dengan tuntunan syari’at yaitu al-Qur’an dan Sunnah Nabi saw., Adapun bacaan-bacaan ruqyah di majelis tersebut berdasarkan satu kitab utama yang disebut dengan Ratib Al-Haddad. Dimana kitab zikir inilah yang menjadi acuan utama dalam pembacaan ayat-ayat maupun lafazlafaz zikir yang disunnahkan oleh Nabi saw., sebagai do’a-do’a yang dapat mengobati dan jalan memohon kesembuhan dari Allah swt.